Uncategorized

Proses Rekrutmen Cabin Crew Emirates

Hello!
Kali ini saya mau bercerita mengenai pengalaman saya mengikuti cabin crew recruitment dari salah satu maskapai penerbangan terbaik di dunia, EMIRATES.

Kok ikut cabin crew recruitment? Kan di cerita sebelumnya uda dapet kerjaan?

Well, everyone has their own dream. When people ask me what kind of job that I have been dreaming of, jawaban saya sama. Saya ingin punya pekerjaan yang membuat saya bisa banyak bepergian, tidak stay di satu tempat secara terus-menerus (coba baca di cerita sebelumnya. Saya menyebut diri saya ini anak yang gampang bosen dengan rutinitas yang itu-itu aja).

I get bored with office life. Jadi saya iseng-isenglah melamar jadi cabin crew. Karena saya berpikir bahwa pekerjaan ini yang bisa membuat saya berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Meskipun saya mendengar banyak sekali kesulitan dan tantangan menjadi seorang cabin crew.

Sebelumnya saya pernah mencoba peruntungan untuk mendaftar di cabin crew recruitment maskapai nasional. Then failed in the first stage (keterlaluan kamu Jevi). Alasannya adalah, saya overweight (ini memalukan!). Well, berat saya 55kg saat mendaftar (di Tangerang berat badan saya naik 12kg dari berat awal yang hanya 43kg) dengan tinggi badan 167cm.

JEVI OVERWEIGHT (panic attack).

Jahat deh kalian ini bilang saya overweight! Dalam hati dendam, awas aja kalau saya sampe keterima di maskapai lain (anaknya suka songong, iyain ajalah ya biar cepet).

BACK TO EMIRATES RECRUITMENT…
Awal mulanya adalah saya mendaftar online melalui website Emirates (http://www.emiratesgroupcareers.com/english/careers_overview/cabin_crew/cabincrewassessmentdays.aspx) tanggal 31 Desember 2015 (mencoba peruntungan di malam tahun baru ceritanya).

Apply di website nya ga susah kok. Cukup isi data diri, foto dan working experience. Saran saya, isilah part working experience ini sebaik mungkin. Buat mereka yakin bahwa kalian layak untuk mendapat invitation. Tak lama setelah mendaftar online, saya mendapat email dari Emirates seperti ini :

img_1718
Email dari Emirates

Based on email, saya sudah prepare for the worst. In case dalam 6 weeks saya tidak mendapat invitation dari Emirates berarti saya failed.

Tepat 4 minggu setelah email tersebut. Saya mendapat email seperti ini :

img_1719

INVITATION LETTER FROM EMIRATES!! WOOOO (excited berlebihan)

Walaupun sempat galau mau ambil kesempatan ini atau tidak karena mikir harus pindah ke Dubai kalau keterima (haelah ini anak sok kepedean kaya bakal lolos aja!). Setelah diskusi santai dengan beberapa teman, saya memutuskan mengambil kesempatan ini. Kebetulan Assessment Day diadakan di hari Sabtu, jadi saya tidak perlu mengambil cuti di kantor. Dan enaknya lagi, lokasinya di Tangerang, sangat amat mudah dijangkau.

Kalau dibaca dari emailnya terlihat bahwa mereka sudah menentukan kostum untuk datang ke Assessment Day tersebut. Rok di bawah lutut atau dress tapi harus menggunakan stocking apabila memakai dress (ladies ya).

ASSESSMENT DAY…
Tibalah hari itu, saya datang ke lokasi menggunakan rok model A-Line di bawah lutut dan kemeja biru, high heels of course, dan tote bag hitam. Saya langsung menuju ke Ballroom sesuai petunjuk. Keluar dari lift mata saya sedikit terbelalak melihat banyak sekali peserta yang datang. Saat baca di beberapa blog, Assessment Day seharusnya tidak seramai ini karena peserta yang datang hanyalah yang mendapat invitation. Ada ratusan peserta disitu. Lebih mirip Open Day. Dan yang lebih bikin drop, MEREKA SEMUA CANTIK-CANTIK.

Mental drop seketika. Merasa cupu dengan rok di bawah lutut karena kebanyakan dari mereka menggunakan rok di atas lutut dan bermodel pencil skirt. Kayanya saya salah dress code. Pengen pulang rasanya. Oke tenang, Jevi. Tenang. Buka email lagi dan ngeliat soal ketentuan berpakaian. Memastikan saya memakai kostum sesuai ketentuan. Gila ini kok keliatan cupu abis sih pake rok ini. Tapi kok di email nya bener, harus pakai di bawah lutut.

Pada akhirnya saya cuma bisa bilang ‘DALAM NAMA TUHAN YESUS, berkati aku Tuhan’

Kami semua pun akhirnya masuk ke dalam Ballroom dan bertemu 2 orang dari tim rekrutmen Emirates. Setelah basa-basi ucapan selamat datang, mereka pun mempresentasikan seperti apa bekerja sebagai cabin crew Emirates, living in Dubai and testimonies from some of their flight attendants.

AMAZING! Ah makin excited!

FIRST STEP
Kami diminta untuk drop CV dan foto. Kamipun mengantri dengan panjang dan bosannya. Entah ada berapa ratus orang yang datang. Perkiraan saya sekitar 300an orang atau lebih. Dan sejauh mata memandang, isinya wanita-wanita cantik (minder, drop, panik seketika).
Saat sampai giliran saya, saya menyerahkan CV kepada salah satu dari recruitment team. Saya diberikan 2 pertanyaan saat itu.

Yang pertama : Why do you want to be a flight attendant?
Jawaban saya adalah because I want to travel around the world.
Yang kedua : What is your current job?
Jawaban saya adalah Business assistant to corporate vice president.

Setelah itu saya diminta menunggu di luar Ballroom. Mereka akan melakukan shortlist CV yang telah mereka terima. Kami diminta kembali sekitar 1,5 jam kemudian.

Saya pun memilih waktu istirahat tersebut untuk makan (anaknya kalau galau bawaannya laper).

Sesuai jadwal, saya kembali ke lokasi dan menunggu pengumuman dengan peserta lain. Saya gunakan kesempatan ini untuk berkenalan dengan peserta lain disana. Salah seorang staff dari Novotel keluar dari Ballroom dengan membawa kertas berukuran poster dan mengumumkan bahwa nomor peserta yang di highlight adalah yang lolos ke tahap selanjutnya. Dasarnya uda penasaran, isinya cewe-cewe pula, keluar deh adat keroyokannya. Kami berdempet-dempet mesra demi bisa melihat apakah kami lolos ke tahap selanjutnya. Dan saya mencari nomor saya disitu memastikan bahwa nama saya,

HIGHLIGHTED !!! Oh my, highlighted!!

Saya pun menunggu petunjuk selanjutnya untuk seleksi (deg-degan banget ini).

SECOND STEP
Disini kami dibagi menjadi 2 kelompok besar. Saya lupa berapa persisnya, kalau tidak saah ingat kami semua berjumlah 70-an orang. Dalam kelompok tersebut, kami dibagi lagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 3 orang setiap kelompok.

Ini adalah tahapan Group Discussion dimana kami diberikan 2 kartu yang memiliki gambar berbeda. Kelompok saya mendapatkan gambar Gardener dan Paper Bag.

Kami diminta untuk mengeksplorasi dan mempresentasikan ide kami mengenai gambar tersebut. Sepertinya ini adalah tes untuk menguji kreatifitas. Waktu berpikir yang diberikan tidak lama, hanya 15 menit. Masing-masing dari kami harus mempresentasikan ide. Beruntungnya saya ada di kelompok pertama sehingga saya harus mengawali presentasi. Saya menyampaikan mengenai how to be a good gardener kemudian menyambungkannya dengan paperbag. Paperbag can be used by gardener as a packaging for their vegetables.
Presentasi dilanjutkan ke kelompok-kelompok selanjutnya. Setelah selesai, kami diminta keluar dari ruangan dan diminta menunggu selama 30 menit.

Menunggu jodoh lagi, eh maksudnya menunggu pengumuman dengan penuh harapan (plis deh Jev! Kepleset mulu ni ngomongnya).

Tepat 30 menit kemudian, mereka keluar dari ruangan dengan membawa papan yang bertuliskan nomor-nomor kandidat yang berhasil lolos ke next step.

I MADE IT! Nomor saya tercantum di dalamnya. THANK GOD!

Kami yang berhasil lolos kemudian bersiap-siap untuk menuju tes selanjutnya.

Kunci dari tes ini adalah berpikir cepat, kreatif dan jangan terlihat dominan dalam kelompok. Bersikap sebijak mungkin dalam diskusi.

THIRD STEP
Di tahap ini kami hanya tinggal 50 orang dan bersiap untuk English Test, semacam tes TOEFL. Kami punya waktu 45 menit untuk mengerjakan soal tersebut. Kuncinya, kerjakan tes ini dengan santai. Ga perlu takut kehabisan waktu. Terdengar singkat namun ternyata waktu tersebut sangat cukup untuk mengerjakan tes. Karena kalau udah grogi duluan, pikiran buntu, akan susah berpikir jernih.

Alarm pun berbunyi tanda waktu mengerjakan habis. Kami diminta keluar ruangan dan (lagi-lagi) menunggu selama 30 menit untuk menuju tes berikutnya.

Kami yang tersisa pun berceceran di luar ruangan dengan muka-muka galau dan pasrah.

Saat recruitment team keluar dengan membawa papan, saya dengan cepat menemukan nomor saya kembali tertera di dalamnya.

GOD! THIS IS GREAT!

Saya hanya bisa berkata ‘Thank God‘ setiap melihat nomor saya lolos ke tahap berikutnya.

FOURTH STEP
Kamipun kemudian dipersiapkan untuk menuju tahap selanjutnya yaitu Group Discussion II dimana kami kembali dibagi menjadi 2 kelompok kecil. Kurang lebih 25 orang. Kami kemudian dibagi lagi menjadi 2 kelompok kecil. Kelompok pertama diminta masuk sementara kelompok kedua menunggu giliran di luar ruangan. Beruntungnya lagi, saya ada di kelompok pertama (entah kenapa saya selalu mendapat giliran pertama).

Disini kami kemudian diberikan selembar kertas berisi satu masalah dan 10 cara penyelesaian. Yang saya ingat, permasalahannya adalah kami diposisikan menjadi seorang manager suatu toko furniture yang diharuskan memilih customer yang tepat untuk memperoleh 3 bed set last season. Terdapat 10 orang customers dan kami diminta untuk memilih 3 orang customers saja. Cukup sulit menentukannya karena masing-masing pilihan memiliki keuntungan untuk keberlangsungan toko tersebut ke depannya. Setelah memilih, mereka akan menanyakan alasan kenapa memilih customers tersebut untuk didahulukan.

Kami kemudian diberikan pertanyaan satu per satu. Dua orang recruitment team ini berpura-pura sebagai customer yang tidak memperoleh bed set tersebut dan melakukan komplain. Disini kami dinilai bagaimana caranya untuk menyelesaikan masalah dan apakah kami sanggup menahan diri dari serangan customer. Hal lain yang dinilai adalah pola komunikasi yang kita lakukan untuk menangani komplain customer.

Lagi-lagi dalam tiap diskusi, saya berusaha untuk tidak tampil dominan tapi tetap terlihat aktif. Hal ini yang saya pelajari dari beberapa sumber di internet mengenai bagaimana cara bersikap saat diskusi.

Selesai diskusi, kami diminta menunggu di luar ruangan (lagi) sementara group kedua masuk ke dalam untuk memulai sesi mereka. Setelah group kedua selesai, kami diminta menunggu 30 menit untuk melihat hasilnya.

30 menit ini bisa kalian gunakan untuk tidur, bergkuling-guling atau mondar-mandir cemas since rasanya lama banget (entahlah sepertinya ini efek deg-degan menunggu hasil).

Dan saat pintu Ballroom dibuka, rasanya seperti pasrah. Kalau lolos Puji Tuhan, enggak lolos ya belom rejeki. Saya cari nomor peserta saya di derrotan nomor-nomor tersebut.

ADA! NOMOR 27 ADA DISITU! SAYA LOLOS? OH IYA, LOLOS!!

THANK GOD!!

Saya senang bukan main. Dan hanya 7 orang yang lolos menuju tahap selanjutnya, yaitu tahap Final Interview yang diadakan keesokan harinya. 7 orang ini diminta masuk ke dalam ruangan. Mereka mengucapkan congratulation karena kami lolos ke tahap akhir. Mereka kemudian memberikan beberapa petunjuk yang terdapat dalam kertas yang telah mereka bagikan. Mereka kemudian memberikan kami jadwal untuk Final Interview. Saya mendapatkan jadwal jam 12.30. Kami diminta menggunakan pakaian formal (blazer dan rok atau dress selutut) sebagai dresscode Final Interview.

Saya pulang dengan hati senang riang. Dan tidak sabar untuk menghadapi Final Interview besok.
FINAL INTERVIEW

Yak, pagi itu diawali dengan hati deg-degan menghadapi Final Interview. Yang saya baca dari blog orang-orang yang judah perch mengikuti recruitment untuk Cabin Crew Emirates, rata-rata mengatakan bahwa tahap ini tidak seseram yang dibayangkan.

Oke Jevi, tenang. Inhale, exhale.

Jam 11 siang saya sudah menuju lokasi. Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan superti macet yang tidak terduga. Saya tidak ingin terlambat menuju lokasi.

Setibanya di lokasi, saya menjuí ruangan dimana Final Interview dilakukan.

Tibalah giliran saya, saya pun masuk dan melakukan obrolan ringan dengan Interviewer tersebut. Di tahap ini justru saya yang banyak bercerita karena memang saya diminta menceritakan working experience saya dan bagaimana cara saya menangani masalah dari setiap pekerjaan yang saya lakukan.

Dalam tahap ini kuncinya adalah detail. Ceritakan sedetail mungkin (kejadian, hari, tanggal, jam, nama orang, cara penyelesaian, etc). Karena memang itu yang akan menjadi tolak ukur penilaian. Interviewer akan memberikan beberapa pressure seperti nada bicara yang dalam dan menyelidik, ekspresi wajah yang kurang menyenangkan tau kalimat-kalimat yang akan membuat kalian merasa diiterogasi. Tetap tenang tetap tersenyum dan ramah. Ini akan menolong kalian untuk lebih relax menghadapi tekanan tersebut.

Selesai interview, saya diberitahu untuk menunggu 4-6 weeks untuk mendapatkan hasilnya.

Okay, 4-6 weeks itu lama. Harus banget nih galau selama itu nungguin hasil? Ah yasudalah mau gimana lagi. Pulanglah saya dengan hati pasrah.

What’s meant to be will always find it’s way.

Selama menunggu hasil, saya aktif mengobrol dengan teman-teman yang lolos ke tahap Final Interview. Kami saling bertukar informasi dan memberikan update satu sama lain. Selama menunggu ini kami tidak berdiam diri karena kami diminta pihak rekruitmen untuk mengirimkan foto.

Ada 2 jenis foto yang harus kami kirimkan yaitu foto formal dan casual.

Foto formal diharuskan memakai blazer dengan model bottom up, long knee skirt, stocking, dan ini yang paling penting, smile up.
Yang kedua adalah foto casual dimana kami diminta memakai baju casual dan berpose seluruh badan dan setengah badan.
Kalau kalian diminta mengirimkan foto ini, usahakan tersenyum sebaik mungkin karena saya harus mengulang 2 kali untuk masing-masing foto karena menurut mereka senyuman saya kurang ramah (inilah nasib muka jutek. Pose senyum keliatan giginya aja susah banget!).

img_1725
Ngebayangin pake seragam ini selama nunggu pengumuman

Beberapa minggu kemudian ada salah seorang teman saya yang mengatakan dia memperoleh update dari hasil interview (update ini diperoleh dari akun yang dibuat saat apply online di website Emirates).

For your information, saat selesai dengan Final Interview, status di akun akan menjadi Interview Completed. Dan apabila lolos, maka status tersebut akan berubah menjadi Joining Formalities In Progress (yang artinya kalian lolos menjadi cabin crew Emirates, tinggal melengkapi syarat-syarat seperti medical, etc).

Sudah 3 orang yang memperoleh status JFIP. Yang lain termasuk saya masih harap-harap cemas nungguin hasil. Alamak ini saat-saat yang bikin galau. Cemas iya, mau pasrah kok ya tetep aja deg-degan.

Beberapa hari kemudian 3 orang teman saya mengatakan mereka mendapatkan Regret Email (ini merupakan email yang memberitahukan bahwa yang bersangkutan tidak lolos dan seingat saya harus menunggu kurang lebih 1 tahun kalau mau mencoba re-apply di Emirates).

Nah loh, makin deg-degan lagi saya. 3 orang lolos, 3 orang gagal. Nah nasib saya gimana masih terkatung-katung. Teman-teman meyakinkan saya kalau saya pasti lolos. Saya hanya bisa mengamini dengan pasrah (kali ini beneran pasrah karena emang gatau harus ngapain kecuali nunggu)

Beberapa hari kemudian saya iseng mengecek akun saya di web. Dan hasilnya,

img_1721
JFIP STATUS 😍[[[[[[[
Yayy yay yayy! Reaksi pertama saya membaca status itu adalah sesak nafas. Lebay deh, Jev! Seneng banget, bersyukur banget, luar biasa bahagianya. Saya cuma bisa berucap “Terimakasih Tuhan!”. Saya kemudian menghubungi teman-teman di group Whatsapp EK, mereka sangat senang mendengar kabar ini.

Selanjutnya saya masih harus menunggu email dari Emirates untuk akun dan password baru yang akan digunakan untuk selected candidat. Wooo I can’t wait!

Beberapa hari kemudian saya mendapatkan email yang berisi detail untuk masuk ke Selected Candidate Portal. Di dalamnya terdapat beberapa persyaratan yang harus dilengkapi termasuk contract acceptance yang harus segera di accept dan memenuhi beberapa syarat seperti medical form dll untuk dapat melanjutkan ke step berikutnya within 5 days. Jangan kaget kalau proses seleksi Cabin Crew Emirates ini memang memiliki banyak tahap. Bahkan meskipun sudah lolos ke tahap ini, mereka mencantumkan informasi untuk tidak melakukan resign terlebih dahulu sampai memperoleh email Advise to Resign dari Emirates. Nah berarti masih ada kemungkinan untuk gagal.

Within 5 days saya segera melengkapi semua syarat-syaratnya. Dan 3 hari kemudian saya memperoleh email yang saya tunggu-tunggu

img_1722
Advise to resign email

THANK GOD!!!

Lagi-lagi hanya ucapan syukur yang saya ucapkan saat membaca email tersebut. Akhirnya saya bisa resign dengan tenang.

Selanjutnya adalah saya masih harus melengkapi beberapa persyaratan sebelum berangkat ke DUBAI (persyaratannya banyak dan lumayan rempong jadi time management harus bener-bener oke).

img_1723
DUBAI

Ahh siapa yang ga pengen kesana. Dubai yang lagi jadi trending topic karena keindahan kotanya, culture yang beragam dan tentu saja, siapa yang ga pengen bergabung di perusahaan besar seperti Emirates, jadi Cabin Crew nya pula!

Antara bersyukur, deg-degan, nervous, campur aduk jadi satu rasanya. Kebetulan tanggal keberangkatan saya tidak sama dengan teman-teman lain. Jadi saya berangkat sendiri kesana.

Semua orang yang tau saya bergabung menjadi Cabin Crew Emirates pasti terheran-heran karena bidang ini sangat bertolak belakang dengan background pendidikan saya. Tapi prinsip saya selagi muda ambil semua kesempatan yang ada selama positif. Kenapa musti takut mencoba kalau kesempatan sudah ada? Kalau ga dicoba mana tau rasanya gimana? Kalau takut mencoba, bisa dapet pelajaran darimana?

Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, takutlah untuk menyesal apabila tidak mengambil kesempatan itu.

Udah ah cape nulisnya, ini sedikit cerita saya mengenai recruitment cabin crew Emirates. Mudah-mudahan tulisan saya ini membantu bagi kalian yang masih menunggu-nunggu Open Day maupun Assessment Day Emirates.

Buat kalian yang masih akan mencoba, GOOD LUCK!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s